
- Pengertian Analisa Data
Apa itu analisa data ? analisa data yaitu cara untuk mengolah sebuah data menjadi sebuah informasi yang jelas sehingga informasi data tersebut dapat dipahami dan bermanfaat untuk solusi permasalahan, terutama masalah pada sebuah peneliatian.
- Tujuan Analisa Data
Tujuan dari menganalisa sebuah data yaitu untuk mendeskripsikan sebuah data sehingga bisa dipahami, serta membuat sebuah kesimpulan atau menarik kesimpulan sebuah data, biasanya dibuat berdasarkan pendugaan dan pengujian hipotesis.
- Langkah-langkah Dalam Menganalisa Data :
1. Tahap pengumpulan data
2. Tahap memeriksa kejelasan data,maupun kelengkapan isi data
3 Tahap didentifikasi dan klasifikasi dari tiap-tiap data berdasarkan variable
4. Tahap tabulasi
5. Tahap mendeskripsikan data
6. Tahap pengujian hipotesis
Baca Juga : Contoh Laporan Teknologi Produksi Tanaman
Belajar Cara Menganalisa Sebuah Data Dari Cerita
- Jenis data yang akan dianalisis biasanya mengandung hal-hal berikut:
1. Setuju/tidak setuju
2. Alasan dan contohnya
3. Perbandingan tentang kelebihan dan kekurangan
4. Perbandingan tentang persamaan dan perbedaan
output/kesimpulan sebaiknya mengandung rekomendasi/pendapat yang menonjol/dominan.
- Urutan menganalisis :
1. Baca kasus/masalah/problem/issue/hasil uji dengan teliti
2. Gunakan waktu 3 – 5 menit untuk membuat kerangka analisis
3. Cari What, When, Where, Why, dan How dari cerita tersebut atau cari perbedaan, persamaan, kelemahan, kelebihan, hal yang menonjol, hal yang menarik, dll.
4. Mulai menganalisis berdasarkan data nomor 3 sebanyak 250 – 265 kata.
- Isi analisis (± 10 kalimat) :
- Paragraf I:
a. Memperkenalkan background/latar belakang masalah dari cerita tersebut (misalnya 1 kalimat)
b. Mem-Paraphrase kalimat pada data maupun informasi dari cerita tersebut (misalnya 1 kalimat)
c. Menuliskan pendapat pribadi yang paling dominan (misalnya 1 kalimat)
- Paragraf II dan atau III:
Detail menjabarkan pendapatnya
(misalnya 5 kalimat yang terdiri atas: pendapat umum dan pendapat pribadi)
- Paragraf III dan atau IV:
Kesimpulan (misalnya 2 kalimat dengan menekankan bahwa pendapatnya pribadi adalah yang paling menonjol), berhubungan dengan Paragraf I bagian c.
CATATAN:
Analisis dalam penelitian biasanya dalam 1 paragraf saja tiap 1 data/soal cerita, tapi untuk latihan bisa menggunakan 3-4 paragraf dulu.
- Contoh analisi data dari cerita
Data 1 :
Di era sekarang ini, sudah ada beberapa pembangkit listrik mandiri yang dibuat oleh individu maupun kelompok masyarakat. Hal tersebut akan merugikan negara yang sudah menyelenggarakan pembangkit listrik terpusat. Sejauh mana Anda setuju atau tidak setuju terhadap fenomena/pendapat tersebut?
Analisis data 1 :
Di tengah masyarakat ada kekhawatiran terjadi tindakan merugikan negara akibat munculnya pembangkit listrik di luar pembangkit listrik terpusat. Memang jaman sekarang, ada perseorangan maupun kelompok masyarakat yang membangun beberapa pembangkit listrik tanpa dibantu pemerintah. Menurut pendapat saya, sah-sah saja mereka membuat pembangkit listrik mandiri sebab tidak akan merugikan negara. [49]
Pasokan listrik dewasa ini sudah mulai menipis, sementara kebutuhan daya listrik untuk perumahan maupun industri semakin meningkat. Sementara itu, ada yang berpendapat bahwa peraturan dalam negara memberlakukan kepada warganya untuk memperoleh ijin atas pendirian suatu usaha, termasuk pendirian pembangkit listrik pribadi. Namun, pemerintah tidak boleh membatasi kreativitas masyarakat apabila akan menciptakan suatu hal yang bermanfaat apalagi bagi banyak orang. Misalnya pembangkit listrik dari limbah rumah tangga, air, angin, dan lain-lain. Pembangunan infrastruktur pembangkit listrik mandiri dapat membantu pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pasokan listrik bagi masyarakat dan industri di suatu negara, sehingga dapat mengurangi beban pemerintah dalam menyediakan kebutuhan daya listrik. Selain itu, sekian persen pendapatan dari biaya langganan daya listrik bisa disalurkan kepada pemerintah dalam bentuk pajak daerah. Jadi, pemerintah tidak usah risau akan berjamurnya pembangkit listrik swadaya masyarakat, dengan catatan pemerintah berwenang untuk meninjau atau memeriksa kelayakan sarana prasarana dalam pembangkit tersebut sebelum dilanggankan kepada masyarakat. [196]
Kerugian negara akan adanya inovasi pembangkit listrik buatan individu maupun komunitas masyarakat tidak akan terjadi. Pemerintah daerah maupun pusat yang mewakili negara akan sangat terbantu dengan adanya pembangkit tersebut sebab masyarakat bisa lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan daya listrik sehari-hari sehingga tidak selalu tergantung kepada pasokan daya listrik dari pusat. Namun, pemerintah tetap bertugas memantau kualitas dan kuantitas dari pembangkit listrik mandiri tersebut agar aman dan terkendali. [263]
Keterangan data 1 :
( Pada contoh jawaban data 1, posisinya adalah “TIDAK SETUJU” dengan pendapat “merugikan negara”. Anda boleh menggunakan jawaban “SETUJU” misalnya dengan alasan bahwa “pembangkit listrik mandiri akan memasang harga di bawah harga BUMN/Badan Usaha Milik Negara, sehingga masyarakat akan memilih beralih untuk berlangganan ke sana dari pada ke BUMN dalam hal ini PLN kalau di Indonesia, dan alasan yang lain. Jadi, Anda bebas menentukan pilihan SETUJU atau tidak SETUJU, yang penting uraian kalimat pendukungnya itu masuk akal/logis ).
Data 2 :
Pandemi Covid-19 masih berlangsung, sehingga marak kegiatan penyemprotan cairan disinfektan di masyarakat. Namun, ada yang tidak mau disemprot dengan cairan disinfektan mengenai badannya. Sejauh mana Anda setuju atau tidak setuju terhadap fenomena/pendapat tersebut?
Analisis data 2 :
Ditengah situasi dan keadaan seperti ini, tentunya pemerintah dan kalangan masyarakat sangat khawatir menghadapi pandemi covid-19 ini. Segala upaya yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat dalam melakukan pencegahan terhadap penyebaran covid-19, yaitu salah satunya dengan cara menyemprotkan cairan disinfektan dilingkungan sekitar bahkan sampai penyemprotan pada badan seseorang. Menurut saya setuju saja, karena dalam mengatasi penularan virus covid-19 ini perlu yang namanya penyemprotan cairan disinfektan, sebab dengan cara penyemprotan cairan disinfektan ini kita dapat mengurangi tingkat penularan virus covid-19.
Pada saat ini, kasus covid-19 belum menemui titik terang dan masih mengalami peningkatan diseluruh belahan negara termasuk negara Indonesia sendiri yang mengalami peningkatan kasus covid-19 yang cukup tinggi. Untuk saat ini, pemerintah, tenaga medis, serta masyarakat, sedang berjuang melawan virus covid-19 dan berjuang untuk mencegah penularannya agar tidak terjadi lagi peningkatan kasus covid-19 tersebut. Namun pada saat ini, pemerintah sudah mengeluarkan dan memberlakukan peraturan-peraturan baru seperti halnya social distancing, quarantine, isolasi, PSBB ( Pembatasan Sosial Berskala Besar ), serta lockdown disetiap daerah-daerah yang terjangkit dan rawan penyebaran virus covid-19. Karena dengan adanya peraturan baru inilah cara supaya kita dapat memutus rantai penyeberan dan penularan virus covid-19. Namun pada kenyataannya masih banyak masyarakat yang belum mematuhi peraturan peraturan baru tersebut tentang penularan dan penyebaran virus covid-19. Maka dari itu, cara yang paling muda adalah dengan cara dilakukannya penyemprotan ditempat-tempat umum seperti tempat ibadah, tempat tongkrongan, jalan raya, serta penyemprotan dilingkungan sekitar. Dengan cara penyemprotan cairan disinfektan inilah salah satunya mencegah penularan virus covid-19.
Penyemprotan cairan disinfektan ini sangatlah berguna untuk mencegah penularan terjangkitnya virus covid-19. Selain melindungi diri sendiri, cara penyemprotan cairan disinfektan ini juga berguna melindungi masyarakat sekitar dari penyebaran virus tersebut. Jika sebagian masyarakat menolak untuk disemprot cairan disinfektan, maka cara lain yaitu dengan cara menjaga kebersihan, mencuci tangan, menggunakan masker serta alat pelindung lainnya dan mengikuti aturan-aturan pemerintah tentang covid-19 ini. Karena semua itu sangatlah penting dan sangat membantu terjadinya penularan serta penyebaran virus covid-19 masyarakat sekitar maupun anggota keluarga. Maka dari itu kita senantiasa menjaga kesehatan, menjaga kebersihan dan mengikuti aturan-aturan yang berlaku, supaya tidak ada lagi kasus peningkatan penularan serta tidak ada lagi korban yang berjatuhan dikarenakan virus covid-19 ini.
Keterangan data 2 :
( Pada contoh jawaban data 2, posisinya adalah “ SETUJU “ dengan pendapat “pencegahan penularan dan penyebaran virus” karena pandemi masih berlangsung, kita masih perlu jaga jarak, serta disiplin dalam penerapan PSBB itu termasuk membantu pemerintah dan tim medis. Kalau diposisi “ TIDAK SETUJU “ misalnya “ kurang dalam pergaulan, kurang kreatif, bosan dirumah, karena situasi seperti pandemi covid-19 ini” ).
Note : Nah teman-teman! Berikut ini ada beberapa contoh data yang dapat kalian kerjakan sebagai latihan kalian dalam membuat sebuah analisa data dari cerita. Kalian bisa mengirim jawaban kalian dikolom komentar atau kalian dapat mengemailkan jawaban kalian di fuadfebian@gmail.com .
Data A ( Alasan dan Contohnya ) :
Smartphone android yang dikolaborasikan dengan pemrograman arduino bisa menjadi sistem IoT yang lebih handal dibandingkan dengan perangkat-perangkat lain seperti robot berbasis ATMega, dsb. Bagaimana pendapat Anda? Berilah alasan dan contohnya!
( Buatlah dalam 3-4 paragraf dengan 250 – 265 kata! )
Data B ( Perbandingan Tentang Kelebihan dan Kekurangan ) :
Konsentrasi arus kuat biasanya lebih diminati oleh mahasiswa Teknik Elektro UMS daripada konsentrasi arus lemah. Hal itu terjadi kurang lebih mulai tahun 2012. Bagaimana perbandingan tentang kelebihan dan kekurangan dari kedua konsentrasi tersebut?
( Buatlah dalam 3-4 paragraf dengan 250 – 265 kata! )
Data C ( Perbandingan Tentang Persamaan dan Perbedaan ) :
APD (Alat Pelindung Diri) yang diproduksi oleh pabrik sudah diproduksi pula oleh para desainer dan penjahit di rumah. Keduanya digunakan untuk melindungi tim medis dari kontak langsung dengan pasien. Bagaimana perbandingan tentang persamaan dan perbedaan dari kedua APD tersebut?
( Buatlah dalam 3-4 paragraf dengan 250 – 265 kata! )
